Review

graffiti bandung

saya bukan graffiti artist, malah sama sekali gabisa gambar. tapi saya sering terkagum-kagum liat gambar-gambar nan artistik yang banyak bertebaran di kota tercinta ini. Emang sih, saya bukan kurator, juga bukan jurnalis yang berhak punya segudang “kenapa”. Tapi saya sering penasaran kenapa mereka-mereka (read:  graffiti artist) memilih jalanan sebagai media berkreasi? sudah begitu sempitnyakah kota kita ini? gak lagi menyisakan ruang untuk sedikit aja nafas kehidupan insan-insan kreatif anak bangsa?

eits tunggu dulu, ternyata saya salah.  sebaliknya, seni graffiti meraja karena banyaknya apresiasi bernada positif di kota ini. Kota yang dari dulu terkenal dengan geliat kreatifnya, ternyata menyimpan ruang bagi hasrat berseni masyarakat urban.  Diluar itu semua, graffiti sebagai salah satu alat eksistensi anak muda Bandung, pasti juga menyimpan ambisi, idealisme dan pesan-pesannya sendiri yang hanya bisa dimaknai oleh masyarakat penikmatnya.

sejauh yang saya tau, kebanyakan artist masih mengutamakan tersedianya sarana hiburan di jalan. Bayangin suasana jalan yang hiruk pikuk, panas dan penuh dengan berbagai tekanan. adanya graffiti sedikit banyak menyegarkan mata, syukur-syukur kalo bisa bikin senyum. Makanya, kebanyakan graffiti yang ada di Bandung bisa dibilang termasuk graffiti artistik. dan karena itu pula disini saya cuma mau ngomongin graffiti artistik, sementara graffiti-graffiti lain biar kita kesampingkan dulu ya..

Saya sih gamau bicara panjang lebar soal apa itu graffiti, apa itu graffiti artistik atau pesan apa yang bisa terkandung dalam sebuah piece, atau bahkan dalam segaris tag. soal itu biar saya koar-koar dalam tesis saya aja haha. tapi buat yang mau tahu lebih  soal scene graffiti di Bandung, bolehlah kita ngobrol. Saya masih sangat baru di bidang ini.  fresh from the oven! masih banyak yang mesti saya pelajari, tapi saya senang berbagi dan lebih senang lagi pas tahu bahwa scene di Bandung tidak dibuat dengan nafas vandal yang membabi buta, tapi lebih pada eksistensi dan apresiasi sebuah karya. Bahwa antara oldschool dan newschool di kota ini ga saling tiban, tapi maju bersama. Some imported urban-culture abide West-Javan local taste.

Tadinya saya sendiri ga pernah tertarik untuk terlibat lebih jauh kedalam dunia yang dipijak yudi. “Cukup tahu” lebih pas menggabarkan keterlibatan saya di kegiatannya yang satu ini. bukannya saya ga suka, saya cuma terlalu sayang menghabiskan waktu saya nemenin dia gambar. ga sebentar lho :p

tapi mau ga mau, pilihan saya untuk menjadikan aktivitas mereka sebagai bahan tesis membuat dunia graffiti pada akhirnya saya ceburin juga😀

Dari sekedar tanya-tanya, sampai akhirnya penasaran saya membuat saya menggali lebih dan lebih dan lebih dalam lagi, lama-lama saya paham kenapa scene ini begitu menarik. persis seperti karya-karya visual yang disimbolkannya, scene graffiti itu sendiri menyimpan berbagai warna dengan tingkat gradasi berbeda. terkadang rumit namun indah, simple tapi keras. jadi gimana ya? mungkin ga jauh beda dengan subkultur-subkultur lain yang berkembang di ranah perkotaan, scene graffiti yang didominasi anak muda juga bernafaskan rasa ketidakadilan atas kondisi sosial yang ada, terkadang berbaur dengan pencarian jati diri para pengusungnya.

Lalu saya sadar, kota Bandung yang sempit ini menyimpan nafas yang sedikit berbeda. sudah sejak lama keberadaan anak-anak muda sebagai tombak industri kreatif diakui oleh lembaga-lembaga formal dalam kota,  berkumpulnya anak-anak muda Bandung dalam berbagai wadah berjudul “komunitas” pun seolah difasilitasi dengan banyaknya wahana dan organisasi kreatif. meski juga bukan berarti graffiti hadir tanpa perjuangan disini, namun keberadaan komunitas-komunitas yang dapat saling berinteraksi membuat perkembangannya menjadi mudah dan lebih terarah. Kenapa saya bilang terarah? karena seperti dibilang TellThem, bahwa graffiti di Indonesia, terutama kota Bandung ga perlu pake kejar-kejaran sama polisi atau vandal-vandalan. cukup minta ijin (tentunya dengan sopan) untuk membuat graffiti. imbalannya, banyak diantara pemilik tembok yang bersikap baik dan supportive pada seniman. hal ini pasti ga bakalan kita dapet diluar. dimana graffiti yang berakar dari budaya hip-hop cenderung menjadi momok geliat perkotaan. Lain dengan di Indonesia dimana graffiti masuk dengan cara berbeda.

Pun begitu, graffiti tetaplah lebih dari sekedar corat-coret diatas tembok semata. Dalam idealismenya yang paling sederhana sekalipun, sesimpel keinginan untuk membuat orang tersenyum sekalipun, mengandung kritik terhadap kondisi sosial yang melingkungnya. Kenapa karya artistik semacam graffiti harus dibredel oleh berbagai peraturan yang menjerat sedangkan para pengiklan dengan bebas menempelkan pamflet dan berbagai atribut lainnya diruang publik seolah peruntukannya? Maka hadirnya graffiti sebagai alternatif ditengah riuhnya rupa jalanan setidaknya memberi kita sedikit ruang untuk bernafas dan menikmati kembali rona wajah kota yang gemerlap.

Di kota Bandung ada beberapa nama yang gaungnya cukup membahana bahkan sampai ke ranah internasional. Beberapa adalah pionir-pionir graffiti di Bandung, sebagian lagi menggapai eksistensinya lewat skill dan konsistensi dalam karya.  Mereka antara lain The Yellow Dino, Mondayz, Tell Them, M.U.T.E., FAB Family, CikCuk, Demn. Diantara mereka lalu ada anak-anak baru yang entah mencoba peruntungannya dalam dunia seni jalanan ini atau bahkan dengan semangat  urbannya sungguh-sungguh ingin menancapkan kuku di scene graffiti. Untuk yang saya sebut terakhir ini adalah calon-calon regenerasi budaya urban yang memegang peranan penting dalam perkembangan graffiti kedepannya. Makanya Yudi selalu bilang, “Mulai dari sekarang, saat ini juga, kita bangun scene yang sehat di Bandung.” word, hubs!

capek ya rasanya kalo ngomong aja. mending saya lempar beberapa foto dari scene graffiti tanah Sunda yang melibatkan nama-nama yang saya sebut tadi sekaligus daftar istilah graffiti di Indonesia

 

cihampelas
maranatha
naripan
bangbayang

Huufft….kayanya ini post terpanjang saya sejauh ini ya. ga kerasa tau-tau uda banyak aja haha. yah at last, mau graffiti atau apapun, semua tetap berpulang ke diri masing-masing. Mau membuat karya yang seperti apa? mau dikenal sebagai apa? dan yang paling penting, do you really wanna be part of it or just passing by?

45 thoughts on “graffiti bandung

  1. kalo ada yang mau ngadain lomba grafiti bilang aja kesaya nanti saya ajukan kekantor jadi sponsor…..
    0812 21922944

  2. wow keren sumpah pengen dech bisa expresiin karya gw lewat grafiti n lebih banyak tau tentang grafity tapi sayang gw ga punya cara wat tau gmana caranya ya

    1. ga susah kok kalo pingin belajar. rajin-rajin aja browsing dan lebih aware sama karya2 yg ada di sekitar. terus byk2 latihan. begitu sih katanya🙂

    1. Halo Alfan🙂
      namanya sama dengan nama anakku nih hihi…maaf baru balas ya. soal sekretariat resmi sampe hari ini belum ada, tapi kalo komunitas kayanya banyak, masing-masing dengan style & prioritasnya sendiri. Kalo pengen tanya-tanya boleh coba hubungi tembok bomber atau mute di link diatas / facebook. Kalo mau email sy juga boleh🙂
      Mudah2an ngebantu ya….

    1. apanya? kalo sketch tergantung writer kayanya. ada yang di sketch dulu ada yang langsung semprot. kalo temen2 kebanyakan langsung semprot aja🙂

  3. mau ngeliput komunitasnya nih😀
    saya arry dari http://www.kitaTv.com
    boleh ijin ngeliput komunitasnya ?
    details lengkap profil komunitasnya itu gimana ya?
    boleh saya minta contact person nya buat info lebih jelasnya ?
    tempat ngumpul dan jadwal event nya dimana dan kapan ?
    bisa calling saya lagi di fb : raden arry derajat saputri
    twitt : @ArrySaputri
    e-mail : radenarry@ymail.com
    atau di fanpage kita di fb kitaTv.com
    di tunggu jawabannya
    makasih sebelumnya🙂

  4. gan dripsanddrops di daerah mana? saya nemu di balubur tapi tutuo terus ada lagi ga selain di balubur? nuhun sateuacana

  5. Teteh, saya drdlu pgen bgt gabung komunitas bomber, teteh punya saran gk untuk saya bwat gabung ke bomber mana, siapa tau teteh punya kenalan dan bisa bantu saya.
    makasi teh. n_n

    1. Halo, maaf baru balas ya …
      Kalo komunitas graffiti coba deh main ke Preman Urban, sekarang lagi banyak aktivitas di Bandung. Nyarinya ngga susah kok, kalo ngga salah mereka suka ikut event juga enaknya sih langsung ngobrol-ngobrol di sana. Kemarin juga gambar di acaranya Mahadarma UNPAD. HTH ya🙂

  6. Dear Anggie, salam kenal gue Ufan. Info mengenai Locall Graffiti nya bagus, keep up spirit barudak bandung…! Nah yg jadi bahasan gue adalah, kalau mau kontak anak2 Graffiti Artists bandung bagaimana caranya? Atau mungkin bisa bantu info ke mereka, kalo gue ada lahan buat berekspresi coratcoret, hehehehe, gak besar/luas namun lumayanlah buat mempertajam eksistensi. Ditunggu kbr nya, thanks.

    1. Halo Ufan!
      Waah maaf ya saya baru baca..kebetulan sekarang lebih sering nulis di blog baru ^^;
      Lahannya di daerah mana kalo boleh tau? Supaya bisa ngobrol-ngobrol boleh coba hubungi info@theyellowdino.com atau twitternya di @theyellowdino (Yudi).
      Mudah-mudahan ngebantu ya🙂

  7. Gan mau tanya ne kl kita mw tawarin cat grafiti motif batik khas jawa tengah tempatnya di pintu masuk jawa tengah bisa ga?boleh email ke saya tentang biaya jasa nya ,terima kasih

    1. Halo Tivik, makasih ya udah mampir. Tapi sayangnya saya sendiri bukan graffiti artist. Setahu saya di Jogja dan sekitarnya banyak komunitas grffiti artist yang aktif & pastinya bagus. Mungkin bisa coba kerja sama dengan mereka. Mudah2an membantu ya🙂

  8. mau nanya nihh…. kalo komunitas graffiti di jogja ada apa aja kak? kebetulan buat tugas kuliah juga nih😀
    mohon reply yaa :)) thanks

    1. Halo Uzul, di Jogja ada beberapa komunitas…untuk apa ajanya saya kurang paham haha. Saya tanya narsum saya dulu yaa. Maaf jdnya ngga ngebantu nih ^^

    1. Hi Sendi, utk scene sekarang saya ngga begitu paham…tapi bisa dicoba cari komunitas yg masih aktif di Bandung. Selain itu, bisa coba-coba sendiri dulu🙂

  9. gan boleh minta info untuk tempat” yg ada grafiti terbaru ?
    soalnya buat hunting” foto gitu , kalo yang lama udah pada pudar warnanya.
    thx

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s