Foodie · Review

balada keripik setan

Pasti pernah denger kan yang namanya Pikset alias Keripik Setan? Yap, cemilan yang mulai populer sejak satu dekade lalu ini sebenernya simple. Terdiri dari keripik singkong super tipis yang renyah, ditambah lada..lada…dan lada teruuus. semakin pedas semakin asik. Gatau juga asal mulanya gimana sampe cemilan heboh ini disebut Keripik Setan, mungkin karena rasanya yang membakar di lidah (dan perut) ya. Mulai dari pikset2 tanpa nama, sampai Pikset Kacida yang sempet booming beberapa tahun lalu, dilanjut Pikset #maicih yang sistem penjualan online-nya sangat fenomenal hingga berhasil menciptakan fanbase-fanbase pikset baru di seluruh Indonesia (sempet jadi TT lho!). Dan baru-baru ini ada lagi pikset #Krib0 (Keripik Bojes) yang bersama soulmate-nya  Baso Goreng (basreng) & jamur pedas, mulai menancap kuku di pasar pikset kota Bandung. Lezat? belum tau..belum nyoba :p

Yang jelas, pikset dengan bumbunya yang dahsyat ini bukan cuma berhasil menjadi salah satu ikon cemilan khas kota Bandung tapi juga menjadi ikon gaya hidup. Sewaktu Maicih populer beberapa waktu lalu hingga sulit didapat, seperti demam Magnum, orang-orang berebut Maicih. Yang belum nyicip, belum ajip *apacoba?* ^^;. Otomatis, penjualnya diburu layak pemain band. Sistem penjualan langsung dan via agen selain memudahkan distribusi juga membantu naiknya penjualan karena pembeli merasa attached dengan penjual. Hal ini kayanya yang sekarang diadopsi banyak produsen keripik setan lainnya. Jadi jangan aneh kalo sekarang di twitter, facebook, blog, dan berbagai jaring sosial berseliweran penjual2 pikset dengan berbagai tingkat kepedasan, rasa, dan merk. Iyakan yang namanya persaingan itu baik buat konsumen. Hooray! ^O^

Nah sekarang giliran review. Berhubung ga banyak pikset yang pernah saya icip, saya mau coba-coba ngereview maicih warna abu-abu & merah plus pikset kacida aja ya. Kebetulan pikset kribo pesanan saya masih dalam perjalanan nih🙂. Imho, pikset Kacida buat saya bener2 unedible deh. bukannya apa2..saya ga begitu doyan pedes. Satu bungkus kecil kacida uda sukses buat saya sakit perut hehe. Rasanya khas keripik singkong ditambah sensasi pedas luar biasa. Nah kalo maicih lain lagi. Waktu pertama munching maicih abu-abu, saya bisa keasikan dan ga sadar tau-tau maicih udah abis setengah bungkus besar aja! Maicih warna merah juga masih masuk ke perut saya, ga sampe kebangetan pedesnya. Buat saya kedua maicih berasa gurih & crunchy. Rasa pedas cuma sebagai tambahan rasa aja. Ada yang bilang rasa maicih mirip indomie soto. Mungkin iya. Yang jelas menurut gosip, edisi2 maicih belakangan ini mulai mengurangi kuantitas penggunaan penyedap tadi. Mungkin biar ga dibilang bikin bodoh ya hihihi.

Buat yang mau icip-icip pikset kacida, maicih & kribo boleh coba search diweb atau hubungi founder/agen yg saya tau :

Kacida (Rp.5.000) : Facebook Penggemar Kacida
Maicih (Rp.10.000) : @axltwentynine, @infomaicih, Facebook #maicih
Kribo (Rp.10.000) : @krib0,

dan pikset2 lainnya. Menyusul yaa😉

4 thoughts on “balada keripik setan

    1. semuanya gariing ko hehe..sama2 enak, dan puedaaass pastinya :p
      oya, sekarang varian produknya udah banyak. terakhir ngecek malah selain basreng ada gurilem, jamur, kriwil, seblak semuanya superpedaas..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s