Anipchan · Review

ketika anak-anak bercerita lewat karya

Hari Minggu lalu, jalan Raden Patah yang terletak persis di antara Ngopi Doeloe dan Resto Cabe Rawit, dua venue populer kawasan Dago, nampak sesak oleh kendaraan. Dari kejauhan terlihat barisan kakak-kakak fakultas seni dan desain berbagai universitas di Bandung tengah mengisi kegiatan. Mereka adalah para pengagas Open Your Heart Studio. Sebuah studio yang mengabdikan diri pada pendidikan anak-anak kurang mampu di bawah koridor seni. Tepat di rumah nomor 12 yang akrab disapa Galeri Gerilya itulah, bernaung sebuah pameran kolektif anak-anak Panti Asuhan Mitra Muslim Bandung.

Pameran ini merupakan puncak rangkaian kegiatan workshop selama dua tahun penuh. Diawali dengan workshop gambar. Kemudian diwujudkan dalam mural di Kebun Binatang Bandung pada 2009, dibawah bimbingan kakak-kakak dari FSRD ITB dibantu oleh Cikcuk Dunia Fantasi & The Yellow Dino sebagai mentor. Perjalanan Open Your Heart Studio dalam membimbing anak-anak Mitra Muslim membawa mereka pada pengalaman “belajar” dan “mempelajari” yang baru. Tidak hanya mengajarkan untuk berkarya, Open Your Heart Studio mengajarkan sesuatu yang jauh lebih berharga, berani untuk bermimpi.

Dibawah tajuk “Cita Cerita Kami,” pameran ini adalah cerminan mimpi anak-anak. Berangkat dari rasa ragu saat mencoba mencoretkan garis gambar di atas kertas, hingga menjelma menjadi kupu-kupu cantik yang terbang menjelajah langit luas.

Sang kurator, Ardhana Riswarie menambahkan faktor “N” di penghujung kata “pemimpi.” Menurutnya, seorang “pemimpi” baru akan bisa menjadi “pemimpin” apabila ia mempunyai “N,” yaitu Niat baik. Terutama niat baik dalam berbagi. Lewat pameran ini pula niat baik itu diwujudkan. Lewat pameran ini, mereka membagi cita dan cerita yang telah mereka bangun selama 2 tahun pada kita.

Pameran dibagi menjadi tiga ruang dengan tiga nuansa berbeda. Semuanya merefleksikan kelas belajar anak-anak yang ceria. Selepas kata-kata sambutan…Kami berangkat menuju pengalaman belajar bersama anak-anak Mitra Muslim yang pertama.

Dari pintu depan, kami disapa kumpulan awan putih bergantungan dalam refleksi ruang kaca. Ketika menjejak kaki ke dalam, nampaklah nuansa cakrawala berpelangi yang indah. Warna-warni terpancar dari hasil karya celup ikat (tie-dye) berupa t-shirt dan bermacam kain. Juga muncul dari hasil sablon pada t-shirt yang sama. Masing-masing disusun dengan indah. Membuat kami betah berlama-lama di sana.

Masuk ruang kedua, kami bertualang ke dunia imajinasi. Dipimpin oleh sekelompok monster lucu dari kaus kaki bekas. Diiringi cerita komik hasil karya anak-anak. Menengok sisi lain ruang, nampak rangkaian kertas daur ulang yang unik. Di ruang ini, mereka juga mengajak kita ikut bercerita lewat kumpulan benang wol yang dijalin membentuk huruf OYHS. Diantara huruf-huruf ini disediakan kertas post-it dan pulpen. Kita boleh menulis apa saja lalu menempelkannya di antara jalinan benang wol. Seru!

Ruang belajar yang ketiga agak sepi dibanding kedua ruang tadi. Tapi tak kalah menarik, karena diisi miniatur kebun binatang idaman dan sebuah laptop yang memutar video proses pembuatan karya. Banyak sekali pengunjung yang betah menikmati video workshop anak-anak. Saya sendiri dan Papadino asyik menyimak foto-foto kegiatan mereka yang tersebar di seluruh ruang. Benar-benar inspiratif.

Baru selesai melihat-lihat, kami diajak ke area outdoor. Ternyata ada acara yang ditunggu-tunggu disini. Yup, workshop sablon gratis! Anipchan semangat sekali waktu diajak ikut. Meskipun di kelompoknya jadi anak kecil sendiri, Anipchan ga minder lho. Hebaaat! Acara dimulai dengan sedikit kata sambutan. Disusul kak Tanti yang sibuk bagi-bagi kelompok plus alat-alat sablon. Waah, kak Tanti semangat banget😉

Jadi gimana sih caranya bikin sablon sederhana? Mulanya anak-anak diminta menggambar diatas kertas HVS. Lalu kertas dipotong mengikuti bentuk gambar. Nantinya, lubang hasil pemotongan itu yang akan dijadikan pola sablon, persis teknik stensil. Kalo pemotongan sudah selesai, kertas ditempel di atas screen berbentuk segi empat. Screen yang sudah berpola lalu diletakkan diatas bahan/kaus dengan posisi terbalik. Cat sablon dituang diatas screen, lalu digeser/diratakan dengan alat. Kalo warna sudah rata, baru screen diangkat dan bahan diangin-angin supaya cepat kering. Selesai deh..

Nah, kalo pingin hasil sablon jadi aneka warna, proses tadi tinggal diulang. Tentu saja tidak lupa pola gambar dibuat terpisah dulu ya🙂

Untuk workshop ini Anipchan membuat gambar tokoh favoritnya. Iyaa, apalagi kalo bukan Ultraman :p. Overall kita puas banget dan ga nyesel dateng kesini. Udah dapet inspirasi, semangat belajar & bermimpi yang baru. Juga dapet makan siang, kaos + ilmu baru. Semuanya menyenangkan! Terima kasih ya tim Open Your Heart Studio & Mitra Muslim. Showcase kali ini bener-bener bukan sekedar showcase, karena pulang dari sana kita bener-bener belajar banyak hal. Dan pastinya telah tertular semangat untuk berbagi. Maju terus dengan mimpi dan semangat kalian. Ga sabar menunggu project-project baru selanjutnya🙂

Follow twitter OYHS

Pameran “Cita Cerita Kami”
5 – 12 Februari 2012
@ Galeri Gerilya
Jl. Raden Patah 12, Bandung.

5 thoughts on “ketika anak-anak bercerita lewat karya

    1. ah senangnyaa Kang Moel mampir kesini, terima kasih sudah mampir Kang…
      aku sukaa monster2 buatan Kang Moel & anak2 yang di ruang tengah itu🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s